Kenali Tubuh Anda

ANDA SIBUK BEKERJA?, SEGERA GABUNG DI KELAS KARYAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

Thursday, 20 September 2012

Ilmu Embriologi dalam Al-Qur’an


“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan nama Tuhanmulah yang Mahamulia.”
(Al-‘Alaq: 1-3)

Teori tentang penciptaan manusia sudah diperbincangkan sejak berabad-abad yang lalu. Namun, tentang bagaimana tahapan-tahapan yang terjadi dalam proses tersebut, tidak bisa diilustrasikan sampai abad ke 15. Setelah mikroskop ditemukan oleh Leeuwenhook, gambaran tentang pembentukan janin dipelajari dari anak ayam. Tahapan tentang perkembangan janin manusia sendiri baru bisa dijelaskan setelah abad ke 20 oleh sebuah sistem yang disampaikan oleh Streeter dan disempurnakan oleh O’Rahilly.
Tahukah kita bahwa sebenarnya ilmu penciptaan manusia sudah dijelaskan dari saat Al-Qur’an pertama kali diturunkan sekitar 1400 tahun yang lalu? Saat ini, penciptaan manusia dapat kita pelajari dari sebuah ilmu yang bernama embriologi. Sel manusia pertama kali tercipta saat sel sperma bertemu dengan sel ovum. Sel sperma dimiliki oleh laki-laki dan terbentuk dengan proses yang bernama spermatogonesis, sedangkan sel ovum dimiliki oleh wanita dan terbentuk dengan proses yang disebut oogenesis. Yang menjadi pembeda antara sel sperma dan sel ovum adalah waktu pembentukan dan jumlahnya. Sel sperma, yang dihasilkan oleh testis, baru dibentuk ketika laki-laki sudah memasuki masa pubertas dan membutuhkan siklus selama 64 hari untuk dihasilkan dari sel spermatogonia. Sel spermatogonia adalah bakal dari sel sperma. Spermatogonia sendiri sebenarnya sudah dibentuk pada saat masa janin, disimpan dalam tubulus seminiferus, dan jumlahnya akan semakin meningkat saat memasuki masa pubertas. Sama seperti spermatogonia, oogonia, yang menjadi bahan dasar sel ovum, juga dibentuk oleh ovarium dari saat sebelum seorang bayi lahir dan disimpan dalam bentuk sel oosit primer. Namun, yang menjadi pembeda antara ovum dengan sperma adalah tidak ada lagi sel oosit primer yang dibentuk saat seorang bayi perempuan telah lahir. Sel oosit primer, yang nantinya akan diubah menjadi ovum, hanya terdapat sekitar 2 juta sel saat seorang bayi baru lahir dan jumlahnya menyusut menjadi 40.000 saat seorang wanita memasuki masa remaja. Dari sekitar 40.000 sel, hanya 400 yang nantinya akan dikeluarkan menjadi ovum. Maka dari itu, wanita memiliki masa menopause, yaitu masa berhentinya siklus menstruasi yang terjadi karena oosit tidak lagi berubah menjadi ovum. Berbeda dengan sel oosit, sel spermatosit tetap dihasilkan bahkan sampai seorang laki-laki berusia tua karena sel spermatosit, sel yang nantinya diubah menjadi sperma, tetap dihasilkan terus menerus. Jumlah sel sperma yang dikeluarkan per harinya sekitar 100 juta.
Sel sperma dan sel ovum yang sudah matang tersebut lah yang jika bertemu akan membentuk sebuah zigot. Pada perjalanannya, zigot tersebut akan membelah beberapa kali, menjadi bentuk yang padat, hingga akhirnya terbentuk sebuah rongga yang bernama rongga blastokis. Pada saat itulah zigot disebut dengan blastokis dan menempel hingga akhirnya tertanam di endometrium (dinding rahim). Proses tertanamnya blastokis sampai nantinya membentuk sistem sirkulasi dengan sekitar disebut dengan proses implantasi dan berlangsung selama akhir dari minggu pertama hingga pertengahan minggu kedua. Endometrium merupakan tempat yang sangat sesuai untuk implantasi blastokis untuk nantinya tumbuh menjadi embrio.

Embriologi dalam Al-Qur’an
Al-‘Alaq, yang menjadi salah satu surat dalam Al-Quran, berarti segumpal darah. Dalam surat Al-Alaq ayat 2 diyatakan bahwa manusia diciptakan dari segumpal darah. Arti kata “alaq” dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat.” Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah. Kata tersebut sesuai untuk menggambarkan zigot yang melekat pada dinding rahim ibu dengan kokohnya. Zigot tersebut akan membentuk sebuah sirkulasi darah untuk menghubungkan dirinya dengan tubuh ibu. Sistem sirkulasi tersebut yang berguna untuk menyampaikan nutrisi dari tubuh ibu ke calon anaknya nanti.
Dalam surat Al Mu’minun juga dijelaskan tentang penciptaan manusia yang lebih detail dibandingkan dalam surat Al-‘Alaq. Dalam surat Al-Mu’minun ayat 14 tertulis sebagai berikut: “Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.”
Dalam surat tersebut tertulis kata “Alaqah” yang menunjuk pada lintah. Lintah menghisap darah ketika menempel dengan kulit manusia. Bentuk embrio manusia yang berusia 7–24 hari saat melekat pada endometrium menyerupai bentuk lintah saat menempel pada kulit manusia. Kata “Mudghah” yang muncul berikutnya menunjuk pada gumpalan yang kenyal.  Pada akhir minggu keempat, embrio manusia terlihat seperti gumpalan daging yang kenyal. 



Pada keterangan berikutnya di Al-Quran, dinyatakan bahwa segumpal daging itu dijadikan tulang belulang dan kemudian tulang belulang itu dibungkus dengan daging. Hal ini mengindikasikan bahwa setelah tahapan “daging” itu terlewati, maka masuklah pada tahap pembentukan tulang dan otot. Tulang dan otot sama-sama berasal dari mesoderm, salah satu lapisan yang menjadi awal pembentukan jaringan dan organ. Tulang pertama kali terbentuk dalam bentuk kartilago pada minggu ke lima. Pembentukan tulang tidak serentak melainkan bertahap. Sedangkan otot terbentuk di sekitar tulang-tulang yang sudah terbentuk lebih dulu. Kemudian pada surat tersebut dinyatakan “Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain.” Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan tulang dan otot tadi membuat embrio terlihat sudah seperti “manusia”. Proses ini terjadi pada akhir minggu ke delapan. Pada tahap ini, embrio sudah memiliki bentuk khusus dan mulai muncul organ-organ internal dan eksternal. Setelah minggu ke delapan inilah embrio disebut dengan fetus atau janin.
Memasuki minggu ke 9, ukuran janin semakin besar dan semakin mengisi rongga rahim. Janin tersebut terlindung dalam 3 lapisan seperti yang tertulis dalam surat Az-Zumar ayat 6. Dalam surat tersebut tertulis ”Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.” Tiga kegelapan yang dimaksud dalam Al-Qur’an tersebut menggambarkan dinding abdomen (perut), dinding rahim, dan selaput amnion korion yang melindungi bayi. Dinding abdomen merupakan dinding terluar dari perut ibu dan di situ terdapat banyak bantalan lemak. Dinding rahim menutupi rongga rahim, rongga dimana janin semakin bertambah besar. Sedangkan Selaput amnion dan korion adalah selaput terdalam yang mengelilingi janin yang berisi cairan ketuban. Selain memiliki efek perlindungan terhadap janin sebagai bantalan, selaput amnion dan cairannya juga membantu janin untuk bergerak lebih bebas dan membantu perkembangan organ dalam janin.


Al-Qur’an diturunkan kurang lebih 1400 tahun yang lalu, namun di dalamnya sudah digambarkan tentang tahapan penciptaan manusia dengan begitu detailnya, yang baru bisa dijelaskan berabad-abad kemudian. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

1 comment: