“You will remember some of what you hear; much of what you read;
more of what you see, and almost all of what you experience and understand
fully.”
Hal itu yang selalu ditekankan oleh Moore kemana pun ia pergi. Nama “Moore”
mungkin sudah tak asing lagi bagi mahasiswa kedokteran. Namanya tercantum dalam
buku teks anatomi dan embriologi yang dijual di toko buku - toko buku
kedokteran. Orang awam mungkin tidak begitu mengenalnya. Dialah Keith L. Moore,
yang memaparkan tahapan pembentukan manusia berdasarkan Al-Qur’an dengan begitu
jelasnya dalam sebuah paper tentang interpretasinya terhadap Embriologi dalam
Al-Qur’an. Lahir di Kanada 87 tahun yang lalu, Moore merupakan anak keempat
dari 5 bersaudara. Ayahnya, yang seorang pendeta, dan ibunya, yang seorang
pianis, sepakat bahwa Moore harus menjalani pendidikan hingga universitas. Ia
pernah bergabung dengan Angkatan Laut Kanada pada tahun 1944 dan menjadi paramedis
di sana. Saat itu, ia menjadi satu-satunya orang yang mengerti medis. Untungnya,
ia sempat dilatih untuk menangani beberapa penyakit dan luka ringan. Pada tahun
1946, ia keluar dari angkatan laut dan memasuki University of Western Ontario
di London, Ontario. Awalnya ia mengambil mata pelajaran umum, yang merupakan
gabungan dari seni dan sains. Namun, akhirnya ia menyadari bahwa keinginannya untuk
mendapatkan pendidikan yang lebih ilmiah mendominasi sehingga ia mengambil
subjek sains lebih banyak pada mata kuliahnya. Ia lulus dengan gelar
Bachelor of Arts (B.A.) pada tahun 1949 kemudian ia mengambil master dalam
bidang anatomi pada tahun 1951 dan mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang anatomi mikroskopik pada
tahun 1954. Pada tahun 1956, ia ditunjuk sebagai asisten profesor departemen
anatomi dan pada tahun 1965 ia menjadi kepala departemen di Faculties of Medicine and Dentistry
University of Manitoba, Manitoba, Canada. Setelah mendapatkan gelar doktoralnya,
Moore lebih sering melakukan penelitian mengenai kromatin sex pada manusia dan
mendalami bidang embriologi. Hingga saat ini ia sudah mempublikasikan 60 paper
ilmiah berdasarkan penelitian yang dilakukannya. Ia juga menjadi penulis senior
untuk 14 buku teks dalam bidang anatomi, embriologi, sitologi, dan
neuroanatomi. Buku
yang terkenal di kalangan mahasiswa kedokteran berjudul Clinically Oriented Anatomy, yang saat ini sudah memasuki edisi ke
6-nya, dan buku The Developing Human,
Clinically Oriented Embryology, yang sudah
diterjemahkan ke dalam 14 bahasa. Moore sudah mengumpulkan banyak penghargaan
hingga tahun ke 60 ia berkecimpung di bidang Anatomi dan mendapatkan gelar
anggota kehormatan dari American
Association of Clinical Anatomists (AACA).
Istri sekaligus sahabatnya selama 57
tahun, Marion, menjadi partner yang luar biasa hebat. Ia yang mengetikkan
naskah untuk sebagian besar publikasi dan buku yang akan diterbitkan, sekaligus
menjadi reviewer untuk semua naskah
yang Moore punya. Ia memberikan masukan-masukan dan siap mengkritik jika Moore
membuat kesalahan. Ia memiliki selera humor yang baik, yang selalu membuat
Moore merindukannya. Saat ini mereka dikarunia 5 anak.
![]() |
| Keith L. Moore |
Moore,
Embriologi, dan Al-Qur’an
Moore
memberikan kuliah tentang embriologi dalam Al-Quran yang disampaikan di
University of Illinoi, Chicago, USA pada 8 Mei 1990. Di situ beliau menjelaskan
tentang hubungan penjelasan di Al-Quran tentang penciptaan manusia dengan
embriologi modern yang ia pelajari selama ini. Empat tahun sebelumnya, yaitu
pada tahun 1986, Moore mengeluarkan paper yang berjudul A Scientist’s Interpretation of References to Embryology in Al-Qur’an
dalam Journal of the Islamic Medical
Association. Menurutnya, ketertarikan terhadap penjelasan makna-makna di
Al-Qur’an bukan hal yang baru. Orang-orang terdahulu juga bertanya kepada
Muhammad SAW tentang makna dari ayat-ayat yang mencantumkan tentang reproduksi
manusia.
Interpretasi
yang ia sampaikan dalam papernya berdasarkan terjemahan Al-Qur’an oleh Sheikh
Abdul Majid Zendani, seorang profesor Studi Islam di King Abdulaziz University,
Jeddah, Saudi Arabia. Dalam papernya, ia menjelaskan tentang penciptaan manusia
yang tercantum pada surat Al-Mu’minun ayat 13 dan 14 serta Az-Zumar ayat 6 yang
membahas tentang 3 kegelapan.
Lahir
di keluarga bukan Islam, Moore mempelajari tentang sistem pengklasifikasian
embrio manusia dari Al-Qur’an. Ia menyatakan bahwa Aristoteles saja, yang
merupakan pendiri dari ilmu embriologi, belum bisa menjelaskan tentang
tahapan-tahapan embrio secara mendetail. Dalam konferensi medis ke tujuh yang
dilakukan di Dammam, Saudi Arabia, tahun 1981, Professor Moore berkata bahwa
ini adalah hal yang sangat membahagiakan baginya untuk membantu memperjelas
pernyataan di Al-Qur’an tentang perkembangan manusia. Ia yakin bahwa pernyataan
ini datang kepada Muhammad dari Tuhan, karena hampir dari semua pengetahuan ini
tidak ditemukan hingga berabad-abad kemudian. Hal ini menjadi bukti baginya
bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
Apakah Moore akhirnya memeluk Islam?
Sampai sekarang pernyataan itu masih sulit dijawab karena perkara ia menjadi
seorang muslim atau tidak, menjadi urusannya dengan Tuhannya. Kita hanya bisa
mengharapkan yang terbaik untuknya.



No comments:
Post a Comment