Kenali Tubuh Anda

ANDA SIBUK BEKERJA?, SEGERA GABUNG DI KELAS KARYAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

Thursday, 20 September 2012

Keith L. Moore, Seorang Ilmuwan yang Menginterpretasikan Embriologi dalam Al-Qur’an


“You will remember some of what you hear; much of what you read; more of what you see, and almost all of what you experience and understand fully.”

Hal itu yang selalu ditekankan oleh Moore kemana pun ia pergi. Nama “Moore” mungkin sudah tak asing lagi bagi mahasiswa kedokteran. Namanya tercantum dalam buku teks anatomi dan embriologi yang dijual di toko buku - toko buku kedokteran. Orang awam mungkin tidak begitu mengenalnya. Dialah Keith L. Moore, yang memaparkan tahapan pembentukan manusia berdasarkan Al-Qur’an dengan begitu jelasnya dalam sebuah paper tentang interpretasinya terhadap Embriologi dalam Al-Qur’an. Lahir di Kanada 87 tahun yang lalu, Moore merupakan anak keempat dari 5 bersaudara. Ayahnya, yang seorang pendeta, dan ibunya, yang seorang pianis, sepakat bahwa Moore harus menjalani pendidikan hingga universitas. Ia pernah bergabung dengan Angkatan Laut Kanada pada tahun 1944 dan menjadi paramedis di sana. Saat itu, ia menjadi satu-satunya orang yang mengerti medis. Untungnya, ia sempat dilatih untuk menangani beberapa penyakit dan luka ringan. Pada tahun 1946, ia keluar dari angkatan laut dan memasuki University of Western Ontario di London, Ontario. Awalnya ia mengambil mata pelajaran umum, yang merupakan gabungan dari seni dan sains. Namun, akhirnya ia menyadari bahwa keinginannya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih ilmiah mendominasi sehingga ia mengambil subjek sains lebih banyak pada mata kuliahnya. Ia lulus dengan  gelar Bachelor of Arts (B.A.) pada tahun 1949 kemudian ia mengambil master dalam bidang anatomi pada tahun 1951 dan mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang anatomi mikroskopik pada tahun 1954. Pada tahun 1956, ia ditunjuk sebagai asisten profesor departemen anatomi dan pada tahun 1965 ia menjadi kepala departemen di Faculties of Medicine and Dentistry University of Manitoba, Manitoba, Canada. Setelah mendapatkan gelar doktoralnya, Moore lebih sering melakukan penelitian mengenai kromatin sex pada manusia dan mendalami bidang embriologi. Hingga saat ini ia sudah mempublikasikan 60 paper ilmiah berdasarkan penelitian yang dilakukannya. Ia juga menjadi penulis senior untuk 14 buku teks dalam bidang anatomi, embriologi, sitologi, dan neuroanatomi. Buku yang terkenal di kalangan mahasiswa kedokteran berjudul Clinically Oriented Anatomy, yang saat ini sudah memasuki edisi ke 6-nya, dan buku The Developing Human, Clinically Oriented Embryology, yang sudah diterjemahkan ke dalam 14 bahasa. Moore sudah mengumpulkan banyak penghargaan hingga tahun ke 60 ia berkecimpung di bidang Anatomi dan mendapatkan gelar anggota kehormatan dari American Association of Clinical Anatomists (AACA).
            Istri sekaligus sahabatnya selama 57 tahun, Marion, menjadi partner yang luar biasa hebat. Ia yang mengetikkan naskah untuk sebagian besar publikasi dan buku yang akan diterbitkan, sekaligus menjadi reviewer untuk semua naskah yang Moore punya. Ia memberikan masukan-masukan dan siap mengkritik jika Moore membuat kesalahan. Ia memiliki selera humor yang baik, yang selalu membuat Moore merindukannya. Saat ini mereka dikarunia 5 anak.
Keith L. Moore

Moore, Embriologi, dan Al-Qur’an
            Moore memberikan kuliah tentang embriologi dalam Al-Quran yang disampaikan di University of Illinoi, Chicago, USA pada 8 Mei 1990. Di situ beliau menjelaskan tentang hubungan penjelasan di Al-Quran tentang penciptaan manusia dengan embriologi modern yang ia pelajari selama ini. Empat tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1986, Moore mengeluarkan paper yang berjudul A Scientist’s Interpretation of References to Embryology in Al-Qur’an dalam Journal of the Islamic Medical Association. Menurutnya, ketertarikan terhadap penjelasan makna-makna di Al-Qur’an bukan hal yang baru. Orang-orang terdahulu juga bertanya kepada Muhammad SAW tentang makna dari ayat-ayat yang mencantumkan tentang reproduksi manusia.
            Interpretasi yang ia sampaikan dalam papernya berdasarkan terjemahan Al-Qur’an oleh Sheikh Abdul Majid Zendani, seorang profesor Studi Islam di King Abdulaziz University, Jeddah, Saudi Arabia. Dalam papernya, ia menjelaskan tentang penciptaan manusia yang tercantum pada surat Al-Mu’minun ayat 13 dan 14 serta Az-Zumar ayat 6 yang membahas tentang 3 kegelapan.
            Lahir di keluarga bukan Islam, Moore mempelajari tentang sistem pengklasifikasian embrio manusia dari Al-Qur’an. Ia menyatakan bahwa Aristoteles saja, yang merupakan pendiri dari ilmu embriologi, belum bisa menjelaskan tentang tahapan-tahapan embrio secara mendetail. Dalam konferensi medis ke tujuh yang dilakukan di Dammam, Saudi Arabia, tahun 1981, Professor Moore berkata bahwa ini adalah hal yang sangat membahagiakan baginya untuk membantu memperjelas pernyataan di Al-Qur’an tentang perkembangan manusia. Ia yakin bahwa pernyataan ini datang kepada Muhammad dari Tuhan, karena hampir dari semua pengetahuan ini tidak ditemukan hingga berabad-abad kemudian. Hal ini menjadi bukti baginya bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
            Apakah Moore akhirnya memeluk Islam? Sampai sekarang pernyataan itu masih sulit dijawab karena perkara ia menjadi seorang muslim atau tidak, menjadi urusannya dengan Tuhannya. Kita hanya bisa mengharapkan yang terbaik untuknya.

No comments:

Post a Comment