Kenali Tubuh Anda

ANDA SIBUK BEKERJA?, SEGERA GABUNG DI KELAS KARYAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

Wednesday, 26 September 2012

World Heart Day: One World, One Home, One Heart


Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu dari 4 besar penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian dan kesakitan di dunia. Penyakit yang melibatkan jantung dan pembuluh darah ini bertanggung jawab atas lebih dari 17,3 juta kematian per tahunnya. Kira-kira 10% beban penyakit dunia dikaitkan dengan penyakit ini. Dari lebih dari 17,3 juta kematian karena kardiovaskular pada tahun 2008, serangan jantung menjadi tersangka untuk 7,3 juta kematian dan stroke untuk 6,2 juta kematian. Delapan puluh persen kejadian penyakit kardiovaskular terjadi di negara dengan pendapatan rendah dan menengah, salah satunya adalah Indonesia.Pada tahun 2030, diperkirakan ada 23 juta orang mati akibat penyakit kardiovaskular setiap tahunnya atau kurang lebih sepersepuluh dari total penduduk Indonesia sekarang.
Penyakit kardiovaskular merupakan sekumpulan kelainan pada jantung dan pembuluh darah, termasuk jantung, pembuluh darah di otak, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Jantung merupakan organ yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup seseorang dan terletak di dalam ringga dada. Jantung manusia berukuran kira-kira sebesar kepalan tangan pemiliknya. Jantung berfungsi untuk memompa darah, baik ke paru-paru untuk mengangkut oksigen, maupun ke seluruh tubuh untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke jaringan. Jantung bekerja tanpa perintah otak secara sadar. Kita tidak mengendalikan jantung secara sadar, sebagaimana kita mengatur tangan untuk bergerak dan kaki untuk berlari. Jantung bekerja secara otomatis dan diatur oleh serabut saraf otonom yang terdiri atas simpatis dan parasimpatis. Jantung juga memiliki sistem penghantaran impuls yang berbeda dengan organ tubuh lainnya. Jantung dapat merangsang dirinya sendiri untuk mengalirkan listrik yang nantinya berguna untuk menggerakkan otot-otot jantung.


Penyakit kardiovaskular terjadi karena adanya kombinasi dari faktor-faktor risiko, baik dari perilaku maupun metabolisme, yang bekerja secara sinergis satu sama lain. Terdapat empat faktor perilaku yang paling mendominasi dari terjadinya penyakit kardovaskular, yaitu penggunaan rokok, kegiatan fisik yang tidak aktif, diet yang tidak sehat, dan penggunaan alkohol. Sedangkan faktor metabolisme yang menjadi penyebab terjadinya kelainan kardiovaskular, antara lain hipertensi, diabetes, kolesterol, dan obesitas. Keadaan tersebut jika terjadi terus menerus, tanpa adanya usaha perbaikan dari si penderita, dapat memicu terjadinya penyakit kardiovaskular.
Saat ini, penyakit kardiovaskular menjadi perhatian global, hingga Badan Kesehatan Dunia atau WHO membuat program untuk untuk mencegah, mengatur, dan memonitor perkembangan penyakit kardiovaskular. Tujuannya adalah untuk membangun strategi global dalam menurunkan insidensi kesakitan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular, dengan cara menurunkan faktor risiko secara efektif dan faktor terkait lainnya, membangun pelayanan kesehatan yang efektif dan adil, serta memonitor kejadian penyakit kardiovaskular.
Tanggal 29 September 2012 nanti akan diperingati sebagai World Heart Day yang pada tahun ini bertema One World, One Home, One Heart. World Heart Federation pada tahun ini akan lebih berfokus pada pencegahan penyakit kardiovaskular di antara wanita dan anak-anak. Jangan dikira penyakit ini hanya menyerang laki-laki tua yang kaya. Penyakit ini mempengaruhi wanita sama halnya dengan laki-laki. Faktanya, penyakit jantung adalah pembunuh nomer 1 wanita, menyebabkan 1 dari 3 kematian wanita. Anak-anak juga menderita akibat penyakit jantung dan stroke secara tidak langsung. Mereka akan merasa terluka secara emosional saat memperhatikan orang-orang yang mereka sayangi menderita atau bahkan meninggal akibat penyakit ini. Selain itu, gaya hidup modern yang saat ini ditawarkan pada anak-anak dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular di kemudian hari. Makanan yang tinggi kalori, kegiatan sehari-hari yang kurang aktif, dan menjadi perokok pasif dalam keluarga, dapat menjadikan anak-anak ini sebagai target penyakit kardiovaskular di masa mendatang.
Sebagai seorang individu, hal yang bisa kita lakukan dalam menurunkan insidensi kejadian penyakit kardiovaskular adalah dengan memodifikasi gaya hidup. Bahkan faktor metabolisme yang menjadi pendukung terjadinya penyakit kardiovaskular juga berasal dari gaya hidup tidak sehat yang dipertahankan dalam waktu yang lama. Berikut adalah gaya hidup yang bisa dimodifikasi oleh seseorang untuk mendapatkan kehidupan yang bebas dari ancaman penyakit kardiovaskular.
1.      Menjalani kehidupan yang lebih aktif
Kegiatan sehari-hari yang tidak aktif menyebabkan 6 persen kematian di dunia. Hal ini dapat menyebabkan tubuh menumpuk makanan tanpa dibakar sehingga menyebabkan obesitas. Lemak yang berkumpul di dalam tubuh tersebut suatu saat akan menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah sehingga aliran darah dalam tubuh berjalan dengan tidak lancar. Saat hal itu terjadi, jantung akan bekerja dengan lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Beban yang diberikan pada jantung suatu saat akan membuat jantung lelah dan munculah hal-hal yang berkaitan dengan masalah pada jantung. Untuk itu menjalani aktivitas fisik rutin seperti berolahraga menjadi salah satu solusi untuk menghindari kehidupan yang sedentary. Kita hanya membutuhkan 30 menit dalam sehari untuk berolahraga selama 5 hari dalam seminggu untuk menurunkan risiko kejadian penyakit jantung dan stroke. Bagi orang-orang yang sibuk dan tidak sempat berolahraga pun tidak perlu khawatir, karena aktivitas yang dimaksud di sini tidak hanya berolahraga. Berjalan atau bersepeda saat pergi ke tempat kerja juga dapat menjadi solusi untuk mencapai kehidupan yang lebih aktif. Bagi para ibu bisa mengajak anaknya untuk beraktivitas bersama, seperti membantu menyiram kebun atau bersih-bersih rumah.

2.      Makanlah makanan yang sehat
Semakin ke sini, makanan yang beredar tidak jauh-jauh dari makanan tinggi gula dan lemak jenuh, seperti es krim, cokelat, daging, dan produk hasil olahan susu. Sepertinya akan sangat sulit untuk berhenti memakan jenis makanan tersebut, karena tidak dipungkiri bahwa rasanya memang enak. Namun, kita bisa mengurangi porsinya dan memperbanyak buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan gula secara alami. Makanlah paling sedikit 5 porsi buah dan sayur dalam sehari dan kurangi penggunaan garam hingga kurang dari 1 sendok teh per hari. Hal itu dapat mengurangi kejadian serangan jantung dan stroke. Bagi para ibu, buatlah makanan yang sehat untuk anak-anak mereka. Membuat makanan yang lebih berwarna-warni dan melibatkan mereka dalam kegiatan memasak mungkin dapat menjadi salah satu solusinya.

3.      Say “no” to rokok
Satu dari setiap perokok akan mati karena penyakit yang berhubungan dengan rokok. Namun, sangat disayangkan, dari hari ke hari semakin banyak anak-anak dan remaja yang terpapar dengan rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif. Perokok pasif membunuh lebih dari 600.000 non perokok setiap tahunnya, termasuk anak-anak. Sangat penting bagi para perokok untuk mementingkan bukan hanya dirinya sendiri, melainkan juga keluarganya. Bukan hanya asap yang dapat membunuh satu per satu keluarganya, tapi kebiasaannya juga dapat menjadi contoh bagi anak-anak mereka. Mulailah berhenti merokok demi masa depan keluarga. Jika sulit untuk berhenti, kunjungilah pelayanan kesehatan atau mintalah bantuan dari rekan kerja untuk program berhenti merokok.

4.      Kenalilah diri Kita
Mengenali diri kita sendiri, bukan hanya mengenali apa keinginan kita, tapi juga mengenali kesehatan diri kita. Sediakan waktu untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, minimal untuk mengetahui tekanan darah, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan kadar gula serta kolesterol dalam darah. Jika kita mengetahui risiko penyakit kardiovaskular secara menyeluruh, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menyusun rencana dalam meningkatkan kesehatan jantung.

Tindakan segera sangat diperlukan untuk melindungi kesehatan jantung bagi wanita dan anak-anak. Dengan adanya peringatan World Heart Day setiap tahunnya, mari kita jadikan hal ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki kesehatan tubuh, terutama jantung, dari hari ke hari dan menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Sayangilah jantung Anda!

No comments:

Post a Comment