Penyakit
kardiovaskular merupakan salah satu dari 4 besar penyakit tidak menular yang
menjadi salah satu penyebab kematian dan kesakitan di dunia. Penyakit yang
melibatkan jantung dan pembuluh darah ini bertanggung jawab atas lebih dari
17,3 juta kematian per tahunnya. Kira-kira 10% beban penyakit dunia dikaitkan
dengan penyakit ini. Dari lebih dari 17,3 juta kematian karena kardiovaskular
pada tahun 2008, serangan jantung menjadi tersangka untuk 7,3 juta kematian dan
stroke untuk 6,2 juta kematian. Delapan puluh persen kejadian penyakit
kardiovaskular terjadi di negara dengan pendapatan rendah dan menengah, salah
satunya adalah Indonesia.Pada tahun 2030, diperkirakan ada 23 juta orang mati
akibat penyakit kardiovaskular setiap tahunnya atau kurang lebih sepersepuluh
dari total penduduk Indonesia sekarang.
Penyakit
kardiovaskular merupakan sekumpulan kelainan pada jantung dan pembuluh darah,
termasuk jantung, pembuluh darah di otak, dan penyakit pembuluh darah lainnya.
Jantung merupakan organ yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup seseorang
dan terletak di dalam ringga dada. Jantung manusia berukuran kira-kira sebesar
kepalan tangan pemiliknya. Jantung berfungsi untuk memompa darah, baik ke
paru-paru untuk mengangkut oksigen, maupun ke seluruh tubuh untuk mengantarkan
oksigen dan nutrisi ke jaringan. Jantung bekerja tanpa perintah otak secara
sadar. Kita tidak mengendalikan jantung secara sadar, sebagaimana kita mengatur
tangan untuk bergerak dan kaki untuk berlari. Jantung bekerja secara otomatis
dan diatur oleh serabut saraf otonom yang terdiri atas simpatis dan
parasimpatis. Jantung juga memiliki sistem penghantaran impuls yang berbeda
dengan organ tubuh lainnya. Jantung dapat merangsang dirinya sendiri untuk
mengalirkan listrik yang nantinya berguna untuk menggerakkan otot-otot jantung.

Penyakit
kardiovaskular terjadi karena adanya kombinasi dari faktor-faktor risiko, baik
dari perilaku maupun metabolisme, yang bekerja secara sinergis satu sama lain.
Terdapat empat faktor perilaku yang paling mendominasi dari terjadinya penyakit
kardovaskular, yaitu penggunaan rokok, kegiatan fisik yang tidak aktif, diet
yang tidak sehat, dan penggunaan alkohol. Sedangkan faktor metabolisme yang
menjadi penyebab terjadinya kelainan kardiovaskular, antara lain hipertensi,
diabetes, kolesterol, dan obesitas. Keadaan tersebut jika terjadi terus
menerus, tanpa adanya usaha perbaikan dari si penderita, dapat memicu
terjadinya penyakit kardiovaskular.
Saat
ini, penyakit kardiovaskular menjadi perhatian global, hingga Badan Kesehatan
Dunia atau WHO membuat program untuk untuk mencegah, mengatur, dan memonitor
perkembangan penyakit kardiovaskular. Tujuannya adalah untuk membangun strategi
global dalam menurunkan insidensi kesakitan dan kematian akibat penyakit
kardiovaskular, dengan cara menurunkan faktor risiko secara efektif dan faktor
terkait lainnya, membangun pelayanan kesehatan yang efektif dan adil, serta
memonitor kejadian penyakit kardiovaskular.
Tanggal
29 September 2012 nanti akan diperingati sebagai World Heart Day yang pada tahun ini bertema One World, One Home, One Heart. World
Heart Federation pada tahun ini akan lebih berfokus pada pencegahan
penyakit kardiovaskular di antara wanita dan anak-anak. Jangan dikira penyakit
ini hanya menyerang laki-laki tua yang kaya. Penyakit ini mempengaruhi wanita
sama halnya dengan laki-laki. Faktanya, penyakit jantung adalah pembunuh nomer
1 wanita, menyebabkan 1 dari 3 kematian wanita. Anak-anak juga menderita akibat
penyakit jantung dan stroke secara tidak langsung. Mereka akan merasa terluka
secara emosional saat memperhatikan orang-orang yang mereka sayangi menderita
atau bahkan meninggal akibat penyakit ini. Selain itu, gaya hidup modern yang
saat ini ditawarkan pada anak-anak dapat menjadi faktor risiko terjadinya
penyakit kardiovaskular di kemudian hari. Makanan yang tinggi kalori, kegiatan
sehari-hari yang kurang aktif, dan menjadi perokok pasif dalam keluarga, dapat
menjadikan anak-anak ini sebagai target penyakit kardiovaskular di masa
mendatang.
Sebagai seorang
individu, hal yang bisa kita lakukan dalam menurunkan insidensi kejadian
penyakit kardiovaskular adalah dengan memodifikasi gaya hidup. Bahkan faktor
metabolisme yang menjadi pendukung terjadinya penyakit kardiovaskular juga
berasal dari gaya hidup tidak sehat yang dipertahankan dalam waktu yang lama.
Berikut adalah gaya hidup yang bisa dimodifikasi oleh seseorang untuk
mendapatkan kehidupan yang bebas dari ancaman penyakit kardiovaskular.
1.
Menjalani
kehidupan yang lebih aktif
Kegiatan sehari-hari yang tidak
aktif menyebabkan 6 persen kematian di dunia. Hal ini dapat menyebabkan tubuh
menumpuk makanan tanpa dibakar sehingga menyebabkan obesitas. Lemak yang
berkumpul di dalam tubuh tersebut suatu saat akan menyebabkan sumbatan pada
pembuluh darah sehingga aliran darah dalam tubuh berjalan dengan tidak lancar.
Saat hal itu terjadi, jantung akan bekerja dengan lebih keras untuk memompa
darah ke seluruh tubuh. Beban yang diberikan pada jantung suatu saat akan
membuat jantung lelah dan munculah hal-hal yang berkaitan dengan masalah pada
jantung. Untuk itu menjalani aktivitas fisik rutin seperti berolahraga menjadi
salah satu solusi untuk menghindari kehidupan yang sedentary. Kita hanya membutuhkan 30 menit dalam sehari untuk
berolahraga selama 5 hari dalam seminggu untuk menurunkan risiko kejadian
penyakit jantung dan stroke. Bagi orang-orang yang sibuk dan tidak sempat
berolahraga pun tidak perlu khawatir, karena aktivitas yang dimaksud di sini
tidak hanya berolahraga. Berjalan atau bersepeda saat pergi ke tempat kerja
juga dapat menjadi solusi untuk mencapai kehidupan yang lebih aktif. Bagi para
ibu bisa mengajak anaknya untuk beraktivitas bersama, seperti membantu menyiram
kebun atau bersih-bersih rumah.
2.
Makanlah
makanan yang sehat
Semakin ke sini, makanan yang
beredar tidak jauh-jauh dari makanan tinggi gula dan lemak jenuh, seperti es
krim, cokelat, daging, dan produk hasil olahan susu. Sepertinya akan sangat
sulit untuk berhenti memakan jenis makanan tersebut, karena tidak dipungkiri
bahwa rasanya memang enak. Namun, kita bisa mengurangi porsinya dan
memperbanyak buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan gula secara alami.
Makanlah paling sedikit 5 porsi buah dan sayur dalam sehari dan kurangi
penggunaan garam hingga kurang dari 1 sendok teh per hari. Hal itu dapat
mengurangi kejadian serangan jantung dan stroke. Bagi para ibu, buatlah makanan
yang sehat untuk anak-anak mereka. Membuat makanan yang lebih berwarna-warni
dan melibatkan mereka dalam kegiatan memasak mungkin dapat menjadi salah satu
solusinya.
3. Say
“no” to rokok
Satu dari setiap perokok akan mati
karena penyakit yang berhubungan dengan rokok. Namun, sangat disayangkan, dari
hari ke hari semakin banyak anak-anak dan remaja yang terpapar dengan rokok,
baik sebagai perokok aktif maupun pasif. Perokok pasif membunuh lebih dari
600.000 non perokok setiap tahunnya, termasuk anak-anak. Sangat penting bagi
para perokok untuk mementingkan bukan hanya dirinya sendiri, melainkan juga keluarganya.
Bukan hanya asap yang dapat membunuh satu per satu keluarganya, tapi
kebiasaannya juga dapat menjadi contoh bagi anak-anak mereka. Mulailah berhenti
merokok demi masa depan keluarga. Jika sulit untuk berhenti, kunjungilah
pelayanan kesehatan atau mintalah bantuan dari rekan kerja untuk program
berhenti merokok.
4.
Kenalilah
diri Kita
Mengenali diri kita sendiri, bukan
hanya mengenali apa keinginan kita, tapi juga mengenali kesehatan diri kita.
Sediakan waktu untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, minimal untuk mengetahui
tekanan darah, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan kadar gula serta
kolesterol dalam darah. Jika kita mengetahui risiko penyakit kardiovaskular
secara menyeluruh, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menyusun rencana dalam
meningkatkan kesehatan jantung.
Tindakan
segera sangat diperlukan untuk melindungi kesehatan jantung bagi wanita dan
anak-anak. Dengan adanya peringatan World
Heart Day setiap tahunnya, mari kita jadikan hal ini sebagai kesempatan
untuk memperbaiki kesehatan tubuh, terutama jantung, dari hari ke hari dan
menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Sayangilah jantung Anda!