Kenali Tubuh Anda

ANDA SIBUK BEKERJA?, SEGERA GABUNG DI KELAS KARYAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

Sunday, 10 February 2013

Bapak “Empat Sehat Lima Sempurna”


Slogan “Empat Sehat Lima Sempurna” sudah pasti sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Meskipun saat ini slogan tersebut telah berganti menjadi “Gizi Seimbang”, slogan “Empat Sehat Lima Sempurna” menandakan awal perkembangan ilmu gizi di Indonesia. Slogan tersebut dicetuskan oleh (alm) Prof. Dr. Poorwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia. Beliau diakui sebagai Bapak Gizi Indonesia oleh PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) pada tahun 1969. Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa Prof. Dr. Poorwo Soedomo adalah Bapak Gizi Indonesia. Beliau adalah orang pertama yang memperkenalkan, merintis, dan mengembangkan pengetahuan tentang gizi dan ketenagaan gizi  di Indonesia. 
Lahir di Malang pada tanggal 20 Februari 1904, Prof. Dr. Poorwo Soedarmo menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Kedokteran STOVIA 23 tahun kemudian dan mendapat ijazah dokter di zaman Jepang dari Ida Gaigako. Selama pendudukan Jepang, beliau tinggal di Banten, Jakarta Barat. Ia bekerja sebagai kepala pelayanan medis hingga tahun 1948. Kemudian beliau dikeluarkan pada masa-masa kemerdekaan Indonesia dan pergi sebagai dokter kapal “Polodarus”. Beliau berlayar ke Belanda selama 6 bulan, kemudian menuju London pada tahun 1949. Di London lah ketertarikan Prof. Dr. Poorwo Soedarmo terhadap bidang nutrisi mulai muncul. Di London School of Hygiene and Tropical Medicine, beliau melakukan studi tentang malaria dan peran DDT untuk mengontrol malaria bersama Prof. McDonald. Dan pada saat itu pula beliau menunjukan ketertarikannya dalam bidang nutrisi bersama Profesor Platt. Pada tahun 1950, beliau memperdalam ilmu gizinya di Institute of Nutrtition, Manila. 


Prof. Dr. Poorwo Soedarmo

Setelah kembali ke Indonesia, Prof. Dr. Poorwo Soedarmo mendirikan Akademi Ahli Diit dan Nutrisionis, yang kemudian menjadi Akademi Gizi, dengan bantuan ahli gizi Belanda. Beliau kemudian diangkat oleh menteri kesehatan saat itu, almarhum dokter J. Leimena untuk menjadi Direktur Lembaga Makanan Rakyat (LMR), yang saat ini menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi (Puslitbang Gizi), dan menjabat dari tahun 1950–1958. Pada tahun 1950-an inilah slogan empat sehat lima sempurna digagaskan oleh beliau. Melalui slogan ini, Prof. Dr. Poorwo Soedarmo, dengan Lembaga Makanan Rakyat-nya, mempopulerkan gizi secara praktis untuk membuat masyarakat dan pemerintah Indonesia sadar gizi.
Seolah tak ingin berhenti belajar, pada tahun 1954–1955, beliau memperdalam ilmunya di School of Public Health and Nutrition, Harvard University. Prof. Dr. Poorwo Soedarmo juga menjadi orang pertama yang memperkenalkan ilmu Home Economics, atau yang saat ini dikenal dengan Ilmu Kesejahteraan Keluarga, di Indonesia pada tahun 1957. Pada tahun 1958, beliau menjadi guru besar pertama Ilmu Gizi di FKUI dan membuka bagian ilmu gizi pertama di FKUI. Pada tahun 1960, ia mendalami bidang gizi di Institute of Nutrition Sciences, Columbia University, New York. Dan karena kontribusinya yang sangat besar dalam memperjuangkan ilmu gizi, beliau ditetapkan oleh PERSAGI dalam Kongres I PERSAGI tahun 1967 sebagai Bapak Gizi Indonesia. Prof. Dr. Poorwo Soedarmo juga mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dalam ilmu kedokteran FKUI pada tahun 1975. Setelahnya, banyak penghargaan yang menghampiri ayah dari delapan anak ini, yang salah satunya adalah Prof. Dr. dr. Soemarmo Soenarjo Poorwo Soedarmo,SpA. Penghargaan-penghargaan tersebut antara lain penghargaan dari pemerintah tahun 1992, yaitu Bintang Mahaputra Utama atas jasanya mengembangkan gizi, dan piagam penghargaan Ksatria Bakti Husada Kelas I pada tahun 1993.
Kiprahnya tidak berakhir di situ. Pada April 1999, Prof. Dr. Poorwo sempat memberikan seminar tentang hidup sehat dan aktif di usia lanjut. Saat itu, beliau yang sudah berusia 95 tahun terlihat masih sehat, penuh semangat, dan berjalan tegak. Beliau memaparkan rahasia hidup sehatnya, yaitu rajin berolahraga sesuai kemampuan, aktif berkegiatan, serta makan secara sehat dan teratur. Beliau menganjurkan masyarakat untuk menikmati semua makanan, namun dikonsumsi secara minimal. Beliau juga menyarankan untuk banyak mengkonsumsi sayuran dan buah, sedikit karbohidrat, dan hindari lemak.
Pada tanggal 13 Maret 2003 hari Kamis, Prof. Dr. Poorwo Soedarmo menghembuskan napas terakhirnya dalam usia 99 tahun pukul 17.45 dan dikebumikan pada hari Jumat pukul 13.30 di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, dengan inspektur upacara Menteri Kesehatan saat itu, Achmad Sujudi.

No comments:

Post a Comment